ENI MUARA BAKAU JAJAKI KERJA SAMA PELATIHAN MIGAS DENGAN DISNAKERTRANS KUKAR

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara menerima kunjungan dari pihak ENI Muara Bakau dalam rangka silaturahmi sekaligus penyampaian informasi terkait peluang pelatihan kompetensi di sektor minyak dan gas (migas).

Kedatangan pihak ENI Muara Bakau ini bertujuan untuk membuka akses bagi tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Kutai Kartanegara, dalam mengikuti program pelatihan teknisi dan operasional di bidang migas yang berorientasi pada penempatan kerja. Program ini memberikan peluang bagi peserta yang lulus asesmen untuk langsung bekerja sebagai operator maupun teknisi.

Dalam pemaparannya, pihak ENI Muara Bakau menyampaikan bahwa kegiatan operasional onshore berada di wilayah Selat Makassar, sekitar 12 mil dari garis pantai. Selain itu, ENI juga tengah membangun satu platform yang dirancang sebagai fasilitas pendukung bagi komunitas. Proyek Jangkrik sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor migas yang berperan penting dalam pengolahan gas dari lapangan lepas pantai.

Disampaikan pula bahwa pada tahun 2014, ENI Muara Bakau pernah melaksanakan program pelatihan serupa dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Dari jumlah tersebut, peserta yang dinyatakan lulus asesmen langsung direkrut sebagai operator dan teknisi, baik untuk penempatan onshore di Handil Baru maupun offshore.

Untuk tahun 2026, ENI Muara Bakau kembali membuka program pelatihan dengan sasaran sebanyak 40 peserta yang berasal dari Kalimantan Timur. Adapun kriteria peserta antara lain merupakan fresh graduate maksimal 3 tahun, berdomisili di Kalimantan Timur, memiliki ijazah minimal D3 Teknik dari berbagai jurusan, IPK minimal 3.00, memiliki KTP Kalimantan Timur, serta wajib memiliki kartu kuning (AK1).

Program pelatihan ini mencakup pembekalan soft skill, pelatihan Bahasa Inggris teknikal, serta pelatihan operasional yang dilanjutkan dengan on the job training (OJT). Pelatihan direncanakan berlangsung selama 1 tahun, mulai Oktober 2026 hingga Oktober 2027. Peserta yang lulus asesmen akan langsung mendapatkan kesempatan bekerja dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Pelaksanaan pelatihan akan bekerja sama dengan PPSDM Cepu sebagai penyelenggara. Sementara itu, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki peran dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menjaring calon peserta pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara Dendy Irwan Fahriza menyampaikan harapannya agar dari total kuota 40 peserta yang berasal dari Kalimantan Timur, minimal 60 persen dapat diisi oleh putra-putri daerah dari Kabupaten Kutai Kartanegara.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal, sekaligus membuka peluang kerja di sektor migas yang memiliki prospek menjanjikan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *