Samarinda – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara (Distransnaker Kukar) secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Welder Sertifikasi BNSP SMAW 3G yang bekerja sama dengan LPK Global Persada Institute. Kegiatan penutupan berlangsung di Gedung Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan ditutup langsung oleh Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 340 Jam Pelajaran (JP) dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Distransnaker Kukar dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal, khususnya di bidang pengelasan.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan teknis pengelasan sekaligus dipersiapkan untuk mengikuti uji kompetensi sesuai standar yang berlaku. Kompetensi welder sendiri memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja pada berbagai sektor industri, seperti konstruksi, manufaktur, pertambangan, migas, hingga fabrikasi.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan memiliki daya saing.
“Kesempatan mengikuti pelatihan selama 340 JP harus menjadi modal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan. Kompetensi yang dimiliki akan menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja, terutama pada sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja bersertifikat,” ujarnya.
Pelatihan pada awalnya difokuskan pada skema Welder SMAW 3G. Namun, berkat intensitas pembelajaran serta kemampuan yang ditunjukkan peserta selama mengikuti pelatihan, sejumlah peserta berhasil mencapai kompetensi pada level yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebanyak 17 peserta dinyatakan kompeten pada skema SMAW 3G, 10 peserta berhasil mencapai kompetensi SMAW 4G, dan 13 peserta mampu meraih kompetensi SMAW 6G.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Tidak hanya memenuhi target kompetensi awal, sejumlah peserta justru mampu mencapai jenjang kompetensi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan kesungguhan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran serta kualitas pelatihan yang diberikan oleh instruktur dan LPK Global Persada Institute.
Tingginya kompetensi yang diraih peserta juga mendapat perhatian dari dunia usaha dan dunia industri. Hingga kegiatan penutupan berlangsung, sejumlah perusahaan telah menyatakan minat untuk merekrut lulusan pelatihan welder tersebut. Peluang kerja ini sejalan dengan masih tingginya kebutuhan tenaga kerja pengelasan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, khususnya pada sektor pertambangan, migas, konstruksi, dan fabrikasi.
Distransnaker Kukar berharap para peserta dapat memanfaatkan kompetensi dan sertifikasi yang telah diperoleh sebagai modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier di bidang pengelasan. Selain itu, keberhasilan pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal serta berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta, pemberian motivasi kepada seluruh lulusan, serta foto bersama antara peserta, instruktur, pihak LPK Global Persada Institute, dan jajaran Distransnaker Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi seperti ini, Distransnaker Kukar terus mendorong terciptanya tenaga kerja lokal yang terampil, kompeten, bersertifikat, dan siap bersaing di dunia kerja.

